KEDIRI, 11 Juni 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar pertemuan daring melalui Zoom Meeting bersama British Standards Institution (BSI) dalam rangka persiapan Audit Surveillance kedua ISO 21001:2018 sekaligus pengenalan standar terbaru ISO 21001:2025.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua LPM, Dr. H. Muniron, M.Ag., dan dihadiri oleh perwakilan BSI, Bapak Neto serta Bapak Danang. Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan institusi menghadapi audit sekaligus mempersiapkan proses transisi menuju standar ISO terbaru.
Dalam koordinasi tersebut, pembahasan difokuskan pada pelaksanaan Audit Surveillance kedua ISO 21001:2018 yang akan dilaksanakan pada Program Pascasarjana dan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA). Berdasarkan pemaparan dari BSI, teknis pelaksanaan surveillance tahun ini akan berjalan dengan mekanisme yang sama seperti tahun sebelumnya tanpa adanya persyaratan tambahan.
Meskipun demikian, seluruh unit terkait diharapkan segera mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan guna mendukung kelancaran proses audit dan evaluasi.
Selain membahas agenda surveillance, BSI juga memberikan pengenalan awal mengenai ISO 21001:2025 yang direncanakan mulai diterapkan secara penuh pada tahun 2027. Standar terbaru ini menghadirkan sejumlah penambahan klausul dan persyaratan yang memerlukan penyesuaian dari institusi pendidikan.
Sebagai langkah awal menghadapi masa transisi, BSI merekomendasikan pelaksanaan pelatihan khusus terkait ISO 21001:2025. Dalam kegiatan tersebut, peserta akan memperoleh pendampingan melalui sesi brainstorming untuk mengidentifikasi, memahami, dan memenuhi berbagai persyaratan baru secara komprehensif.
Melalui koordinasi ini, LPM menegaskan komitmennya dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan agar tetap relevan dengan perkembangan standar internasional serta mampu memenuhi harapan seluruh pemangku kepentingan.